DepanProfilKontak
arrow ruangpengendali
spacer kodeadmin
spacer
spacer katakunci
spacer
spacer lupakatakunci
spacer daftarbaru

Album Arsip Desain Donlot Produk Profil Kontak




Kegiatan 10 Malam Terakhir (I)

Pfiuuh... Capek ga terasa yah, udah masukin sepuluh malam terakhir di bulan Ramadhan kali ini. Gimana, udah merasa puas dengan perjalanan ibadah kamu selama dua puluh hari terakhir ini? Tentu belum dunk yah! Nah, sekarang coba kita tengok sikit yuk apa aja sih yang dikerjain Rosul di malam-malam terakhir ini.

Rosululloh shollallohu 'alaihi wassalam mengkhususkan sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan dengan amalam-amalan yang tidak beliau lakukan pada bulan-bulan yang lain, diantaranya:

1. MENGHIDUPKAN MALAM

Ini mengandung kemungkinan bahwa beliau menghidupkan seluruh malamnya, dan kemungkinan pula beliau menghidupkan sebagian besar daripadanya. Dalam shahih Muslim dari Aisyah radhiyallohu 'anha berkata:

"Aku tidak pernah mengetahui Rosululloh shollallohu 'alaihi wassalam sholat malam hingga pagi."

Diriwayatkan dalam hadits marfu' dari Abu Ja'far Muhammad bin Ali :

"Barangsiapa mendapati Ramadhan dalam keadaan sehat dan sebagai seorang muslim, lalu shaum pada siang harinya dan melakukan sholat pada sebagian malamnya, juga menundukkan pandangannya, menjaga kemaluan, lisan dan tangannya, serta menjaga sholatnya secara berjama'ah dan bersegera berangkat untuk sholat Jum'at, sungguh ia telah puasa sebulan (penuh), menerima pahala yang sempurna, mendapatkan Lailatul Qadar serta beruntung dengan hadiah dari Robb Yang Maha Suci dan Maha Tinggi."
Abu Ja'far berkata: "Hadiah yang tidak serupa dengan hadiah-hadiah para penguasa."
(HR. Ibnu Abid-Dunya)

Rosululloh shollallohu 'alaihi wassalam membangunkan keluarganya untuk sholat pada malam-malam sepuluh hari terakhir. Sedangkan pada malam-malam yang lain tidak. Dalam hadits Abu Dzar radhiyallohu 'anhu disebutkan:

"Bahwasanya Rosululloh shollallohu 'alaihi wassalam melakukan sholat bersama mereka (para sahabat) pada malam 23, 25, dan 27 dan disebutkan bahwasanya beliau mengajak (sholat) keluarga dan isteri-isterinya pada malam 27 saja."

Ini menunjukkan bahwa beliau sangat menekankan dalam membangunkan mereka pada malam-malam yang diharapkan turun Lailatul Qadar di dalamnya. At Thabarani meriwayatkan dari Imam Ali karomallohu wajhah:

"Bahwasanya Rosululloh shollallohu 'alaihi wassalam membangunkan keluarganya pada sepuluh akhir dari bulan Ramadhan, dan setiap anak kecil maupun orang tua yang mampu melakukan sholat."

Dan dalam hadits shahih Bukhari dan Muslim diriwayatkan:

"Bahwasanya Rosululloh shollallohu 'alaihi wassalam Mengetuk (pintu) Fathimah dan Ali ra. Pada suatu malam seraya berkata: 'Tidakkah kalian bangun lalu mendirikan sholat?'"

Beliau juga membangunkan Aisyah radhiyallohu 'anhu pada malam hari, bila telah selesai dari tahajjudnya dan ingin melakukan (sholat) witir. Dan diriwayatkan oleh Abu Daud dengan sanad shahih bahwa hendaknya adanya targhib (dorongan) agar salah seorang suami-istri membangunkan yang lain untuk melakukan sholat, serta memercikkan air di wajahnya bila tidak bangun.

Dalam kitab Al-Muwattha' disebutkan dengan sanad shahih, bahwasanya Umar radhiyallohu 'anhu melakukan sholat malam seperti yang dikehendaki Alloh, sehingga apabila sampai pada pertengahan malam, ia membangunkan keluarganya untuk sholat dan mengatakan pada mereka: "Sholat! Sholat!" Kemudian membaca ayat:

"Dan perintahkanlah kepada keluargamu mendirikan sholat dan bersabarlah kamu dalam mengerjakannya."
(QS. Thaha:132)

Bahwasanya Nabi shollallohu 'alaihi wassalam mengencangkan kainnya bermakna beliau menjauhkan diri dari menggauli istri-istrinya. Diriwayatkan bahwasanya beliau tidak kembali ke tempat tidurnya sehingga bulan Ramadhan berlalu. Dalam hadits Anas radhiyallohu 'anhu disebutkan:

"Dan beliau melipat tempat tidurnya dan menjauhi istri-istrinya (tidak menggauli mereka)."

Rosululloh shollallohu 'alaihi wassalam beri'tikaf pada malam sepuluh terakhir bulan Ramadhan. Orang yang beri'tikaf tidak diperkenankan mendekati (menggauli) istrinya berdasarkan dalil dari nash serta ijma'. Dan "mengencangkan kain" ditafsirkan dengan bersungguh-sungguh dalam beribadah.

.: Bersambung :.


Djogja, Saturday, October 22, 2005 | @ 04:27 am
12 Maret 2008
Sedang mempersiapkan diri untuk pindah rumah maya... mohon do'anya ^_^

Nama :
Blog   :
Pesan :
:) :( :D :p :(( :)) :x

"KITA jarang untuk bersedekah, padahal harta itulah yang akan menolong kita kelak. Kita jarang untuk berbuat baik, padahal kita sama-sama tahu akan ada imbalan dari-Nya nanti. Kita jarang menolong teman dan tetangga dekat, padahal merekalah yang bisa kita minta bantuannya di kala susah."
(Irfan Toni Herlambang)


"MASALAH kebanyakan orang adalah bahwa mereka berpikir dengan harapan atau rasa takut atau keinginan mereka, ketimbang dengan pemikiran mereka."
(Will Durrent)


"SEORANG idealis percaya bahwa jangka pendek tak patut diperhitungkan. Seorang sinis percaya bahwa jangka panjang tak berarti apa-apa. Seorang realis percaya bahwa apa yang dilakukan atau tak dilakukan dalam jangan pendek akan menentukan jangka panjang."
(Sydney J. Harris)


"KEBAHAGIAAN bukanlah sesuatu yang kau alami, tapi sesuatu yang kau kenang."
(Oscar Levant)


"LEBIH baik menangis dengan orang-orang bijak daripada tertawa dengan orang-orang yang bodoh."
(Peribahasa Spanyol)


"KATAKANLAH kepada saya tentang sahabat anda, dan akan saya katakan siapa anda sebenarnya."
(Cervantes)


"ORANG bijak yang berkarib dengan orang jahat akan menjadi bodoh. Seorang anjing yng bertualang dengan orang baik akan berakal budi."
(Peribahasa Arab)


"RUMUS hubungan baik : Anggap semua kekacauan sebagai ujian, tapi jangan anggap ujian seolah-olah hal yang mengacaukan."
(Quentin Crisp)


"JANGAN pernah melupakan kawan lama, sebab kawan baru tak ada sebanding dengannya."
(Apocrypha)


"HIDUP itu lucu. Kalau kita menolak menerima sesuatu, maka ia akan sering mendatangi."
(W. Somerset Maugham)




ARS PERSONAL WEBLOG v4.0
ARS Yahoo! Messenger: golden_pen007
hits
Tamu Online :
Anda adalah tamu ke : sejak 20 Juni 2005

Blogdrive - Free Blog Site
 
Copyright © ARS Creations, 2004-
Made in Djogja, Rajab 1426 H / August 2005 M.