DepanProfilKontak
arrow ruangpengendali
spacer kodeadmin
spacer
spacer katakunci
spacer
spacer lupakatakunci
spacer daftarbaru

Album Arsip Desain Donlot Produk Profil Kontak




Bayan Dewan Syari'ah Pusat Tentang Visualisasi Nabi Muhammad

DEWAN SYARI'AH PUSAT PARTAI KEADILAN SEJAHTERA

BAYAN DEWAN SYARI'AH PUSAT

Tentang

KEJAHATAN VISUALISASI DAN PENGHINAAN TERHADAP
NABI MUHAMMAD SHOLLALLOHU 'ALAIHI WASSALAM
OLEH SEJUMLAH MEDIA BARAT

 

Mukaddimah

Karikatur dan visualisasi Nabi Muhammad shollallohu 'alaihi wassalam di sejumlah negara Barat yang menggambarkan sosok laki-laki Arab, kepalanya memakai sorban membalut bom dengan sumbu yang siap meledak, dan sejumlah gaya lainnya yang diilustrasikan dalam gambar kartun merupakan akar ketegangan antara dunia Islam dan Barat akhir-akhir ini.

Ketegangan tersebut bermula dari pemuatan karikatur Nabi Muhammad shollallohu 'alaihi wassalam di koran terbitan Denmark, Jyllands Posten pada 30 September 2005. Kemudian diikuti oleh sejumlah media Barat lainnya seperti majalah terbitan Norwegia pada Januari 2006, dua surat kabar di Selandia Baru milik kelompok penerbit Australia, Fairfax Wellington, Dominion Post dan Christchurch Press, serta sejumlah media terbitan Perancis antara lain France Soir, media di Jerman dan lain-lain.

Pemuatan karikatur yang bertubi-tubi tersebut telah mengundang perhatian masyarakat dunia dan reaksi yang sangat keras dari ummat Islam. Namun belum mampu menghentikan pemuatan kartun yang bernada kuat melecehkan itu. Sebagai bukti, hingga bayan ini dikeluarkan kemunculan karikatur yang melukai hati umat Islam di sejumlah media Eropa masih terus bergulir dengan bebas. Mereka berdalih dengan kebebasan pres. Bahkan sebagian lainnya beralasan agar mereka dapat mengambil bagian dalam pertempuran agama.

Upaya menvisualisasikan Rosululloh shollallohu 'alaihi wassalam sebenarnya telah lebih awal dilakukan oleh negara Amerika Serikat pada tahun 1997, yakni dalam bentuk patung yang dipajang di gedung Mahkamah Agung Amerika Serikat. Nabi Muhammad digambarkan memegang kitab suci Al-Quran di tangan kiri dan sebuah pedang di tangan kanan.

Meski umat Islam A.S. telah mengajukan keberatan dan protes atas patung tersebut namun pemerintah A.S. tetap tidak menggubrisnya. Pelecehan terhadap Islam, termasuk figur Nabi Muhammad shollallohu 'alaihi wassalam bukanlah yang pertama kali terjadi. Jika kita periksa lebih teliti kejadian atau peristiwa yg mengandung pelecehan & menimbulkan reaksi yg luas cukup banyak, antara lain:

  • Tahun 1989, terbit buku berjudul Ayat-ayat Setan (Satanic Verses) karya Salman Rushdie yang mendorong pemimpin spiritual Iran, Ayatullah Khomeini saat itu menfatwakan untuk menghukum mati warga Inggris itu;
  • Tahun 2002, artikel jurnalis Nigeria, Isioma Daniel, mengenai Rosul dan kontes kecantikan dunia (Miss World) yang menuai kekerasan berdarah;
  • Tahun 2004, seorang produser film berasal dari Belanda, Theo van Gogh, membesut film dokumenter yang menggambarkan kekerasan terhadap wanita Islam, sehingga menimbulkan kemarahan kaum muslimin di Eropa dan membuatnya terbunuh;
  • Tahun 2005, Museum Tate di London, Inggris urung memamerkan seni patung karya John Latham yang dinilai melukai perasaan kaum muslimin Inggris pasca ledakan bom yang mengguncang London pada Juli tahun lalu.

Aksi pemuatan kaikatur Nabi shollallohu 'alaihi wassalam ternyata bukan hanya dilakukan oleh media Barat, melainkan juga ditiru sejumlah media di Indonesia, antara lain:

  • Situs Rakyat Merdeka  (Jakarta),
  • Tabloid Peta (Bekasi),
  • Tabloid mingguan Gloria (terbitan Jawa Pos Group, Surabaya).

Berbagai kenyataan di atas mendorong Dewan Syari'ah Pusat PK-Sejahtera (DSP PKS) untuk membuat BAYAN, menjelaskan dan mendudukkan fakta tersebut dari perspektif Syari'ah Islam yang benar.

Hakikat menggambar dan menvisualisasikan sosok Nabi Muhammad shollallohu 'alaihi wassalam

1. Menimpakan kedustaan kepada Nabi (al-iftira bi buhtan).

Orang yang menggambarkan sosok dan wajah Nabi shollallohu 'alaihi wassalam pasti tidak akan sesuai kenyataan, mengingat hal itu dilakukan dengan cara mengasumsi dan mengilustrasikan, sedangkan asumsi lazimnya mereduksi kenyataan. Dengan demikian, gambar yang dihasilkan adalah palsu. Jika demikian halnya berarti orang yg menggambar Nabi shollallohu 'alaihi wassalam telah menimpakan kedustaan/kepalsuan kepada Nabi shollallohu 'alaihi wassalam & Nabi terbebas (bari) dari itu semua.

2. Dapat menyekutukan Alloh dengan Nabi.

Mengapa demikian? Karena mengambarkan Nabi shollallohu 'alaihi wassalam secara visual sesungguhnya akan berakibat kepada kultus individu yang berlebihan, dan orang-orang yang mengkultuskan Nabi shollallohu 'alaihi wassalam pada gilirannya akan memposisikan Nabi "karena sangat cintanya" pada kedudukan dan kemuliaan yang hanya milik Alloh subhanahuwata'ala. Pada saat itulah orang yang mengkultuskan Nabi Muhammad telah melakukan kemusyrikan yang paling besar dan tidak terampuni oleh Alloh subhanahuwata'ala.

Kekhawatiran seperti ini telah terbukti dalam sejarah dan dicatat dengan cermat oleh Al-Quran dalam surat Nuh (Q.S. 71 : 23),

"Dan mereka berkata: 'Jangan sekali-kali kamu meninggalkan (penyembahan) tuhan-tuhan kamu dan jangan pula sekali-kali kamu meninggalkan (penyembahan) wadd, dan jangan pula suwaa', yaghuts, ya'uq, dan nasra'".

Kelima nama tersebut adalah tokoh dan orang-orang shaleh yang sangat dekat di hati masyarakat di masa lalu. Setelah mereka meninggal dunia diabadikan gambarnya lalu dipatungkan, hingga akhirnya dijadikan sebagai tuhan, tandingan Alloh Yang Maha Suci.

3. Melecehkan Nabi shollallohu 'alaihi wassalam, mendistorsi risalahnya, dan mendustakannya (al-kadzibu alan-nabi).

Bagi masyarakat pada umumnya gambar Nabi shollallohu 'alaihi wassalam akan mengakibatkan rebutan agar dapat disamakan wajahnya dengan wajah Nabi shollallohu 'alaihi wassalam atau paling tidak mendekati. Karena Nabi shollallohu 'alaihi wassalam di mata ummatnya merupakan sosok paripurna yang setiap orang beriman selalu berusaha mencontohnya dalam segala sisinya. Pada gilirannya sikap tersebut dapat mengakibatkan terjadinya pelecehan terhadap performa Nabi shollallohu 'alaihi wassalam dan distorsi atas risalah kenabiannya, yaitu mengajarkan tauhid dan menjunjung tinggi moral yang terpuji.

Karena setiap orang akan mengklaim bahwa anaknya seperti Nabi Muhammad, si fulan seperti Nabi Muhammad, penjahat anu seperti Nabi Muhammad, bahkan teroris anu ternyata persis seperti Nabi perawakannya. Hal itu tidak saja menimbulkan pelecehan terhadap performa Nabi, bahkan bisa mendistorsi Risalah yang di bawanya. Padahal seharusnya umat dapat menikmati dan meniru ajarannya yang sempurna, namun yang terjadi malah esensi risalah tersebut dapat dipastikan tidak akan sampai, bahkan cenderung dikaburkan dan dihilangkan. Yang tinggal hanya gambar Nabi yang beredar di sana-sini dan menjadi mainnan anak-anak kecil, tak ubahnya seperti tokoh dan selebriti yang menjadi idola sebagian penggemarnya.

Saat itulah maqam nubuwwah (kedudukan sebagai Nabi) telah sirna dari benak umatnya. Berarti kita telah mendustakan Nabi, karena beliau tidak pernah mengajarkan yang demikian itu. Menggambar dan menvisualisasikan Nabi shollallohu 'alaihi wassalam adalah haram dan dosa besar bagi pelakunya. Alasan di atas cukup kuat bagi ulama untuk menetapkan keharaman menggambar Nabi shollallohu 'alaihi wassalam dan berdosa hukumnya bagi pelakunya guna menutup kemungkinan terjadinya akibat-akibat fatal tersebut (saddun lidzzariah).

Alasan di atas diperkuat denga hadits shahih yang diriwayatkan oleh Imam al-Bukhari dalam shahihnya:

"Alloh melaknat orang-orang yang menggambar."

Jika Alloh melaknat orang yang menggambar (yang bernyawa) selain Nabi, maka bila obyek yang digambar adalah Nabi shollallohu 'alaihi wassalam tentu lebih berhak mendapat laknat dari Alloh shollallohu 'alaihi wassalam (qiyas aulawi). Makna di balik pemuatan karikatur Nabi shollallohu 'alaihi wassalam di sejumlah media barat dan timur.

4. Penghinaan dan pelecehan (istihza') terhadap Nabi.

Menggambar Nabi shollallohu 'alaihi wassalam dan mengkarikaturkannya dengan konotasi yang jahat, kepalanya menyunggi bom yang siap meledak, atau menghunus pedang yang siap ditebaskan kepada siapapun, merupakan gambaran yang sulit untuk dimaknai selain penghinaan dan demonisasi sosok Nabi shollallohu 'alaihi wassalam (wahua bari'). Padahal Rosululloh shollallohu 'alaihi wassalam adalah simbol agama Islam yang berhak mendapat pembelaan dan penghormatan sebagaimana Alloh subhanahuwata'ala telah mengajarkan kepada kita bagaimana bersikap kepada Nabi shollallohu 'alaihi wassalam, berfirman:

"Supaya kamu sekalian beriman kepada Alloh dan Rosul-Nya, menguatkan (agama) Nya, membesarkan-Nya. Dan bertasbih kepada-Nya di waktu pagi dan petang."
(Q.S. Al-Fath : 9)

Dari ayat di atas dapat ditarik pelajaran bahwa di antara konsekwensi kita beriman kepada Rosul adalah:

  • Melakukan pembelaan kpd Rosululloh dari apa saja yg menimpanya, baik secara langsung maupun tdk langsung.
  • Memberikan penghormatan & memuliakannya sebagaimana kaum salaf shaleh mengajarkan hal itu kepada kita.

Mencederai ajaran Islam

Dalam karikatur yang beredar di sejumlah media Barat dan Indonesia menggambarkan  bahwa Nabi Muhammad dilukiskan sebagai seorang laki- laki yang menyunggi bom yang siap meledak. Gambaran itu memberikan kesan yang sangat kuat bagi yang menyaksikannya bahwa Nabi Muhammad tak ubahnya adalah seorang teroris yang mengajarkan kekerasan dan kebencian sesama manusia. Padahal kenyataannya sungguh berbeda sama sekali, karena ajaran yang dibawanya adalah rahmat bagi seluruh alam dan pembawanya, yakni Nabi Muhammad yang diakui oleh lawan dan kawan sebagai manusia yang paling terpuji akhlaqnya. Alloh berfirman:

"Dan tiadalah kami mengutus kamu, melainkan untuk (menjadi) rahmat bagi semesta alam."
(QS Al-Anbiya : 107)

"Dan sesungguhnya kamu benar-benar berbudi pekerti yang agung."
(QS Al-Qalam : 04)

Dengan demikan menggambarkan Nabi dalam sosok teroris adalah mencederai ajaran Islam itu sendiri.

Menyakiti dan melukai perasaan umat Islam

Nabi shollallohu 'alaihi wassalam di mata umat yang beriman adalah sosok sempurna yang bukan hanya menjadi idola, melainkan seluruh tindak tanduknya dan perilakunya menjadi ukuran kebaikan dan keimanan orang yang beriman. Oleh karenanya patut dihormati dalam kedudukannya hingga pada tingkat etika sekalipun. Alloh berfirman:

"Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu meninggikan suaramu melebihi suara Nabi, dan janganlah kamu berkata kepadanya dengan suara yang keras, sebagaimana kerasnya suara sebagian kamu terhadap sebagaian yang lain, supaya tidak hapus amalanmu, sedangkan kamu tidak menyadari."
(Q.S. Al-Hujurat : 2)

"Janganlah kamu jadikan panggilan Rosul di antara kamu seperti panggilan sebahagian kamu kepada sebahagian (yang lain). Sesungguhnya Alloh telah mengetahui orang-orang yang berangsur- angsur pergi di antara kamu dengan berlindung (kepada kawannya), maka hendaklah orang-orang yg menyalahi perintah-Nya takut akan ditimpa cobaan atau ditimpa azab yang pedih."
(QS An-Nur : 63)

Ayat-ayat di atas mengajarkan keita untuk bersikap santun kepada Nabi shollallohu 'alaihi wassalam, yaitu:

  • Tidak bersuara keras melebihi suara Nabi.
  • Tidak berbicara dengannya dengan suara keras seperti kita berbicara sesama teman.
  • Tidak mendahului berbicara di tengah-tengah ada beliau.
  • Tidak memanggil dengan panggilan namanya.

Bila hal-hal tersebut di atas merupakan pelanggaran, maka melakukan hal-hal yang lebih dari perkara di atas merupakan pelanggaran yang lebih berat, karenanya telah menyakiti dan melukai umat Islam.

Kejahatan agama dan HAM

Tindakan pemuatan karikatur oleh sejumlah media Barat dan Indonesia dipandang telah melanggar hak asasi untuk memuliakan simbol-simbol agama secara bebas yang dilindungi oleh Undang-Undang Dasar dan deklarasi Hak Asasi Manusia. Oleh karena itu siapapun pelakunya wajib ditindak sesuai dengan hukum berlaku di level nasional maupun internasional.

Konspirasi Global

Konspirasi itu menjadi jelas sejak tahun 1997, ketika pemerintah AS menolak untuk mencopot patung Nabi Muhammad yang sedang memegang Al-Quran di tangan kiri dan pedang di tangan kanannya, di gedung Mahkamah Agung   AS. Meskipun hal itu telah menuai protes keras dari umat Islam di AS. Lalu pada bulan September 2005, kembali sejumlah media Barat memunculkan karikatur Nabi yang dilansir pertama kali oleh Jyllands Posten dari Denmark. Namun belum ada reaksi yang demikian luas.

Setelah gerakan HAMAS memenangkan pemilu di Palestina awal 2006 dan perkembangan baru terjadi dalam kancah politik Timur Tengah, maka barulah isu karikatur Nabi shollallohu 'alaihi wassalam meledak sangat populer. Menariknya justru di tengah-tengah gelombang aksi yang begitu membara untuk memprotes tindakan sejumlah media Barat tersebut, khususnya di Denmark, malah PM Inggris, Perancis dan Presiden George W. Bush menyempatkan diri menelepon dari pesawat untuk memberikan dukungan kepada PM Denmark.

Dengan demikian kita harus tetap waspada kepada kelompok yang tidak menghendaki Islam bangkit kembali di muka bumi sebagai juru keadilan dan penebar toleransi serta kasih sayang.

Seruan kepada umat

  • Menjadikan bulan Muharam dan peristiwa hijrah Nabi shollallohu 'alaihi wassalam sebagai momentum "syahrul munasharah", bulan pembelaan dan ekspresi kecintaan umat kepada kekasihnya, Nabi Muhamad shollallohu 'alaihi wassalam.
  • Tidak memberikan sikap kooperatif terhadap siapapun, para pihak yg terlibat dlm penghinaan terhadap kemuliaan Nabi shollallohu 'alaihi wassalam.
  • Menghindari cara-cara anarkis dalam mengekspresikan pembelaan.

Demikianlah Bayan DSP disampaikan ke seluruh lapisan kader dan umat Islam, semoga dapat memberi pemahaman yang benar dan penyikapan yang proporsional terhadap peristiwa tersebut.

Wallaahu yahdi ila sawais-sabil.

Ditetapkan di: Jakarta, 12 Muharram 1427 H / 11 Februari 2006

DEWAN SYARI'AH PUSAT
PARTAI KEADILAN SEJAHTERA

ttd
DR. KH. Surahman Hidayat, MA
Ketua


Djogja, Wednesday, March 01, 2006 | @ 04:14 pm
12 Maret 2008
Sedang mempersiapkan diri untuk pindah rumah maya... mohon do'anya ^_^

Nama :
Blog   :
Pesan :
:) :( :D :p :(( :)) :x

"KITA jarang untuk bersedekah, padahal harta itulah yang akan menolong kita kelak. Kita jarang untuk berbuat baik, padahal kita sama-sama tahu akan ada imbalan dari-Nya nanti. Kita jarang menolong teman dan tetangga dekat, padahal merekalah yang bisa kita minta bantuannya di kala susah."
(Irfan Toni Herlambang)


"MASALAH kebanyakan orang adalah bahwa mereka berpikir dengan harapan atau rasa takut atau keinginan mereka, ketimbang dengan pemikiran mereka."
(Will Durrent)


"SEORANG idealis percaya bahwa jangka pendek tak patut diperhitungkan. Seorang sinis percaya bahwa jangka panjang tak berarti apa-apa. Seorang realis percaya bahwa apa yang dilakukan atau tak dilakukan dalam jangan pendek akan menentukan jangka panjang."
(Sydney J. Harris)


"KEBAHAGIAAN bukanlah sesuatu yang kau alami, tapi sesuatu yang kau kenang."
(Oscar Levant)


"LEBIH baik menangis dengan orang-orang bijak daripada tertawa dengan orang-orang yang bodoh."
(Peribahasa Spanyol)


"KATAKANLAH kepada saya tentang sahabat anda, dan akan saya katakan siapa anda sebenarnya."
(Cervantes)


"ORANG bijak yang berkarib dengan orang jahat akan menjadi bodoh. Seorang anjing yng bertualang dengan orang baik akan berakal budi."
(Peribahasa Arab)


"RUMUS hubungan baik : Anggap semua kekacauan sebagai ujian, tapi jangan anggap ujian seolah-olah hal yang mengacaukan."
(Quentin Crisp)


"JANGAN pernah melupakan kawan lama, sebab kawan baru tak ada sebanding dengannya."
(Apocrypha)


"HIDUP itu lucu. Kalau kita menolak menerima sesuatu, maka ia akan sering mendatangi."
(W. Somerset Maugham)




ARS PERSONAL WEBLOG v4.0
ARS Yahoo! Messenger: golden_pen007
hits
Tamu Online :
Anda adalah tamu ke : sejak 20 Juni 2005

Blogdrive - Free Blog Site
 
Copyright © ARS Creations, 2004-
Made in Djogja, Rajab 1426 H / August 2005 M.