DepanProfilKontak
arrow ruangpengendali
spacer kodeadmin
spacer
spacer katakunci
spacer
spacer lupakatakunci
spacer daftarbaru

Album Arsip Desain Donlot Produk Profil Kontak




Jawaban DR. Yusuf Qardlawi tentang "Wasiat Palsu Syekh Ahmad"

Pertanyaan:

Pada suatu saat secara kebetulan saya menerima sepucuk surat dan setelah saya baca, saya merasa bingung mengenai isinya. Karena itu, saya mohon kesediaan Ustadz untuk menjelaskan isi surat tersebut, apakah benar atau tidak.

Surat tersebut ditandatangani oleh seorang fa'il khair (pembuat kebaikan, dermawan) yang berisi wasiat Syekh Ahmad, juru kunci makam (kubur) Rosululloh shollallohu 'alaihi wassalam, yang ditujukan kepada segenap kaum muslimin di dunia timur maupun barat. Juga berisi macam-macam nasihat.

Pada bagian akhir surat tersebut dikatakan, "Ada seseorang yang memperbanyak surat tersebut dan membagi-bagikannya kepada sekian puluh orang, lalu Alloh memberikannya rezeki yang besar."

Namun, dalam surat tersebut juga dikatakan bahwa orang yang telah memperoleh dan membaca wasiat itu tetapi tidak menyebarkannya kepada orang lain, akan ditimpa musibah besar.

Bagaimanakah pendapat Ustadz mengenai masalah tersebut? Apakah benar atau tidak?

Download:
Contoh Surat Wasiat Syekh Ahmad yang beredar di Internet
Password: arscool007

Jawaban:

Memang banyak orang yang menanyakan wasiat tersebut. Dan sebenarnya kemunculan surat wasiat ini bukan saja baru-baru ini, tetapi saya telah melihatnya sejak puluhan tahun lalu. Surat tersebut dinisbatkan kepada seorang lelaki yang terkenal dengan sebutan "Syekh Ahmad, juru kunci makam Rosululloh shollallohu 'alaihi wassalam".

Untuk mengecek kebenaran berita yang disampaikan dalam selebaran tersebut, saya pernah menanyakan kepada orang-orang di Madinah dan di Hijaz. Saya mencari informasi mengenai orang yang disebut Syekh Ahmad itu beserta aktivitasnya. Dari informasi yang didapat, ternyata tidak ada seorang pun di Madinah yang pernah melihat dan mendengar berita mengenai Syekh Ahmad ini. Tetapi sayangnya, wasiat yang menyedihkan itu telah menyebar di negara-negara umat Islam.

Wasiat tersebut dengan segala isinya tidak ada arti dan nilainya sama sekali dalam pandangan agama. Di antara isi wasiat yang didasarkan pada impian Syekh Ahmad yang katanya bermimpi bertemu Baginda Nabi itu ialah tentang telah dekatnya hari kiamat.

Masalah berita kedekatan kiamat ini sebenarnya tidak perlu mengikuti impian Syekh Ahmad atau Syekh Umar, karena Al Qur'an sendiri telah mengatakan dengan jelas:

"... boleh jadi hari berbangkit itu sudah dekat waktunya."
(Al Ahzab: 63)

Begitu pula Nabi shollallohu 'alaihi wassalam telah bersabda:

"Seperti ini. Beliau (mengatakan demikian) sambil memberi isyarat dengan jari telunjuk dan jari tengahnya."
(Muttafaq 'alaih dari hadits Anas danSahl bin Sa'ad)

Hal lain dari isi wasiat itu ialah bahwa kaum wanita sekarang sudah banyak yang keluar rumah, dan banyak yang telah menyimpang dari agama. Masalah ini pun sebenarnya tidak perlu mengambil sumber dari mimpi-mimpi, karena kita sudah mempunyai kitab Alloh dan sunnah Rosul yang sudah memuaskan untuk dijadikan pedoman. Alloh berfirman:

"... Pada hari ini telah Kusempurnakan untukmu agamamu, dan telah Kucukupkan nikmat-Ku atas kamu, dan telah Kuridhoi Islam menjadi agamamu ..."
(Al  Maa'idah: 3)

Orang yang beranggapan bahwa Din Islam yang telah disempurnakan Alloh ini masih memerlukan keterangan yang diwasiatkan oleh orang yang tidak dikenal itu, berarti dia meragukan kesempurnaan dan kelengkapan Dinul Islam. Islam telah sempurna dan telah lengkap, tidak memerlukan wasiat apa pun.

Isi wasiat tersebut justru merupakan indikasi yang memperlihatkan kebohongan dan kepalsuan wasiat tersebut. Sebab, pewasiat telah mengancam dan menakut-nakuti orang yang tidak mau menyebarluaskannya bahwa ia akan mendapat musibah dan kesusahan, anaknya akan mati, dan hartanya akan habis. Hal ini tidak pernah dikatakan oleh seorang manusia pun (yang normal pikirannya), terhadap kitab Alloh subhanahu wata'ala dan Sunnah Rosul-Nya. Tidak ada perintah bahwa orang yang membaca Al Qur'an harus menulisnya setelah itu kemudian menyebarluaskannya kepada orang lain; dan jika tidak, akan terkena musibah. Begitu pula tidak ada perintah bahwa orang yang membaca Shahih Bukhari harus menulisnya dan menyebarluaskannya kepada khalayak ramai, sebab kalau tidak, akan tertimpa musibah.

Kalau Al Qur'an dan Sunnah Rosul saja tidak begitu, maka bagaimana dengan wasiat yang penuh khurafat itu? Ini merupakan sesuatu yang tidak mungkin dibenarkan oleh akal orang muslim yang memahami Islam dengan baik dan benar.

Kemudian dalam wasiat tersebut dikatakan bahwa si Fulan di negeri ini dan ini karena telah menyebarluaskan wasiat tersebut ia mendapat rezeki sekian besar. Semua itu merupakan khurafat dan penyesatan terhadap umat Islam dari jalan yang benar dan dari mengikuti Sunnah serta peraturan Alloh terhadap alam semesta.

Untuk memperoleh rezeki, ada sebab-sebabnya, ada jalan dan aturannya. Adapun bersandar kepada khayalan dan khurafat seperti dalam wasiat itu adalah merupakan upaya untuk menyesatkan dan meyelewengkan akal pikiran umat Islam.

Kita perlu menjaga dan mengawasi kaum muslimin agar tidak membenarkan dan percaya kepada khurafat seperti ini dan agar tidak mempunyai anggapan bahwa orang yang menyebarluaskan wasiat palsu tersebut akan mendapat syafaat dari Baginda Nabi sebagaimana yang dikatakan oleh penulis selebaran yang batil itu.

Sesungguhnya syafaat Nabi shollallohu 'alaihi wassalam juga diperuntukkan bagi umatnya yang pernah melakukan dosa-dosa besar. Hal ini sudah disebutkan dalam hadits-hadits sahih (dan tidak perlu bersumberkan pada wasiat lewat mimpi -penj.) bahwa Rosululloh bersabda:

"Orang yang paling berbahagia akan memperoleh syafaatku pada hari kiamat ialah orang yang telah mengikrarkan Laa Ilaaha Illallah dengan perasaan ikhlas dan lubuk hatinya."
(H.R. Bukhari)

Kami mohon kepada Alloh Azza wa Jalla semoga Ia berkenan menjadikan umat Islam mengerti tentang agama mereka. Semoga memberi petunjuk dan bimbingan kepada mereka ke jalan yang lurus, serta melindungi mereka agar tidak mempercayai berbagai khurafat, khayalan dan kebatilan.

DR. YUSUF QARADLAWI

_______________
Keterangan serupa pernah saya dapatkan dari pertanyaan di
Syariahonline.com (http://www.syariahonline.com/new_index.php/id/11/cn/2243)

-------~o~-------

Tanggapan Majelis Fatwa Malaysia:

"KHURAFAT DAN BOLEH MENJATUHKAN MURTAD"

Majlis Fatwa Kebangsaan (1978) mengesahkan surat ini ditulis oleh paderi-paderi biara Blessings of St. Antonio, Texas, USA pada tahun 1974/1975 untuk mengelirukan umat Islam.

Penulis asal surat ini ialah mendiang Father Francis Jose de Villa, seorang paderi Katolik dari Argentina berketurunan Arab-Syria (bekas penganut Islam, nama asalnya Mohamed Elias Skanbeg). Dia pernah bertugas di Instituto Sacristo Convocione Reliogioso, Brindisi, Italia sebagai mubaligh Katolik antara tahun 1966-1968 di bawah Cardinal Agostino Casaroli. Father de Villa meninggal dunia pada tahun 1980 di Texas dalam usia 54 tahun.

Menurut Allohyarham Sayyed Mohamed Raisuddin Al-Hashimi Al-Quraisy, penjaga makam Rosululloh di Madinah antara tahun 1967-1979, tidak ada penjaga makam bernama Syekh Ahmad antara tahun 1881-1979. Penjaga makam di Madinah ialah:

  • Sayyed Turki Abu Mohamed Abdul Razaque Al-Hashimi Al-Quraisy
    (1881-meninggal dunia 1932);
  • Anaknya, Sayyed Hashim Abu Faisal Abdul Jalil Al-Hashimi Al-Quraisy
    (1932-meninggal dunia 1934);
  • Adiknya, Sayyed Abdul Karim Mutawwi Al-Hashimi Al-Quraisy
    (1934-bersara 1966); dan
  • Anak saudaranya, Sayyed Mohamed Raisuddin bin Mohamed bin Abdul Razaque Al-Hashimi Al-Quraisyi
    (1967-meninggal dunia 1979).

Bekas menteri besar Perak Allohyarham Tan Sri Mohamed Ghazali Jawi bertaubat dan mengucap kalimah syahadat sekali lagi di hadapan Kadi Daerah Kinta pada tahun 1976 setelah beliau mengaku pernah menerima dan mengirim surat ini kepada dua puluh orang kawannya. Peristiwa ini berlaku tidak lama sebelum beliau meninggal dunia. Bekas Kadi Daerah Kinta meminta beliau mengucap semula kerana bimbang beliau telah gugur syahadah (murtad).

Allohyarham Datuk Shafawi Mufti Selangor mengisytiharkan bagi pihak Majlis Fatwa Kebangsaan bahawa barang siapa dengan sengaja menyebarkan risalah ini adalah "melakukan syirik dan tidak mustahil jatuh murtad melainkan dia bertaubat dan menarik balik perbuatannya itu terhadap sesiapa yang telahpun dikirimkan risalah ini". (Surat Keputusan Majlis Fatwa  Kebangsaan Malaysia Bil.7/78/I).

Keputusan ini diiktiraf oleh Majlis Raja-raja Melayu dalam mesyuaratnya di Pekan pada 16 Oktober 1978, dipengerusikan oleh Almarhum Sultan Idris Shah, Perak.

Menurut Majlis Fatwa Kebangsaan 1978, menyebar surat ini "termasuk dalam menyekutukan Alloh subhanahu wata'ala dengan syirik yang amat besar (shirk-i-kubra) serta mempermainkan Rosululloh shollallohu 'alaihi wassalam serta menyebar dengan niat tidak baik kekeliruan dan muslihat di kalangan umat Islam".

Lagipun, "surat ini menggambarkan pembohongan yang amat besar terhadap junjungan besar Baginda Nabi Muhammad serta ajaran baginda kerana menggambarkan SHEIK AHMAD sebagai perawi hadith sesudah kewafatan baginda".

Allahyarham Datuk Sheik-ul-Islam Mufti Kedah dalam Risalat Al-Aman 1983/Bil 8, surat ini "paling kurang menimbulkan syirik kecil dan murtad secara tidak sengaja terkeluar dari Islam, serta syirik yang besar jika sengaja, maka taubatnya tidak sah melainkan dibuat dengan sesungguhnya. Adapun jika seseorang itu menyalin surat ini kepada umat Islam lain, jatuhlah hukum ke atasnya mentablighkan perkara syirik dan khurafat. Sesungguhnya ulamak sependapat perbuatan itu sungguh besar syiriknya dan boleh mengakibatkan murtad walaupun tanpa sadar si-pengirim."

-------~o~-------

Wallohu'alam bish showab.

Sumber: Milis Tarbawi Community dengan pengubahan seperlunya.


Djogja, Saturday, May 06, 2006 | @ 12:00 am
12 Maret 2008
Sedang mempersiapkan diri untuk pindah rumah maya... mohon do'anya ^_^

Nama :
Blog   :
Pesan :
:) :( :D :p :(( :)) :x

"KITA jarang untuk bersedekah, padahal harta itulah yang akan menolong kita kelak. Kita jarang untuk berbuat baik, padahal kita sama-sama tahu akan ada imbalan dari-Nya nanti. Kita jarang menolong teman dan tetangga dekat, padahal merekalah yang bisa kita minta bantuannya di kala susah."
(Irfan Toni Herlambang)


"MASALAH kebanyakan orang adalah bahwa mereka berpikir dengan harapan atau rasa takut atau keinginan mereka, ketimbang dengan pemikiran mereka."
(Will Durrent)


"SEORANG idealis percaya bahwa jangka pendek tak patut diperhitungkan. Seorang sinis percaya bahwa jangka panjang tak berarti apa-apa. Seorang realis percaya bahwa apa yang dilakukan atau tak dilakukan dalam jangan pendek akan menentukan jangka panjang."
(Sydney J. Harris)


"KEBAHAGIAAN bukanlah sesuatu yang kau alami, tapi sesuatu yang kau kenang."
(Oscar Levant)


"LEBIH baik menangis dengan orang-orang bijak daripada tertawa dengan orang-orang yang bodoh."
(Peribahasa Spanyol)


"KATAKANLAH kepada saya tentang sahabat anda, dan akan saya katakan siapa anda sebenarnya."
(Cervantes)


"ORANG bijak yang berkarib dengan orang jahat akan menjadi bodoh. Seorang anjing yng bertualang dengan orang baik akan berakal budi."
(Peribahasa Arab)


"RUMUS hubungan baik : Anggap semua kekacauan sebagai ujian, tapi jangan anggap ujian seolah-olah hal yang mengacaukan."
(Quentin Crisp)


"JANGAN pernah melupakan kawan lama, sebab kawan baru tak ada sebanding dengannya."
(Apocrypha)


"HIDUP itu lucu. Kalau kita menolak menerima sesuatu, maka ia akan sering mendatangi."
(W. Somerset Maugham)




ARS PERSONAL WEBLOG v4.0
ARS Yahoo! Messenger: golden_pen007
hits
Tamu Online :
Anda adalah tamu ke : sejak 20 Juni 2005

Blogdrive - Free Blog Site
 
Copyright © ARS Creations, 2004-
Made in Djogja, Rajab 1426 H / August 2005 M.