DepanProfilKontak
arrow ruangpengendali
spacer kodeadmin
spacer
spacer katakunci
spacer
spacer lupakatakunci
spacer daftarbaru

Album Arsip Desain Donlot Produk Profil Kontak




Cinta dan Islam

Sekarang barangkali yang menjadi pertanyaan kamu-kamu adalah, kalau begitu Islam tidak mengenal cinta? Atau, Islam mengekang cinta?

Jangan salah sangka dulu pren! Bukan berarti kalau Islam melarang kita untuk ikut merayakan Valentine berarti melarang kita pula untuk memiliki perasaan cinta. Valentine itu dilarang lantaran perayaan itu sendiri sarat dengan nuansa syirik, taqlid dan hedonisme. Pun kalau dikatakan 'demi cinta', mengapa harus dikhususkan dalam satu hari? Lantas, hari-hari selain itu apa tidak ada 'rasa cinta'??

Nah, Islam itu kan rahmatan lil alamiin, artinya pembawa rahmat bagi semesta alam ini. Entah itu hewan, tumbuhan, batu-batuan, tanah, hingga semua manusia yang memiliki keragaman suku, ras dan agama tanpa terkecuali. Sehingga, Islam tidak menafikan adanya sifat-sifat fitrah makhluk-makhluk tersebut, hatta perasaan cinta.

Namun, kehadiran Islam di muka bumi ini tak lain hanya untuk memberikan tuntunan hidup (guidence of life) kepada seluruh penghuni dunia. Maka tiada jalan lain agar kehidupan kita berjalan dengan tertib, aman dan nyaman serta penuh kebahagiaan harus ada suatu aturan khusus yang mendukungnya.

Contoh sederhana, coba bayangkan jika dalam suatu jalan raya tidak ada peraturan lalu lintas, apa yang akan terjadi jika para pengendara seenaknya saja mengemudi tanpa menghiraukan pengguna jalan lainnya? Berapa banyak korban kecelakaan yang akan diangkut ke rumah sakit atau langsung menuju pemakaman?

Khusus mengenai persoalan cinta, sebenarnya Islam sangat concern terhadap hal ini. Betapa banyak ayat-ayat dalam Al Qur'an maupun contoh Rosululloh shollallohu 'alaihi wassalam untuk mengajarkan kepada umat-Nya agar senantiasa saling berkasih sayang dengan penuh cinta.

Hanya saja, yang menjadi pembeda Islam dengan agama lainnya bahwa Islam menuntun kita untuk menempatkan cinta kita dalam proporsinya masing-masing. Hal ini tak lain agar cinta yang kita miliki ter-manage dengan baik dan menjadikannya cinta yang suci, bukan cinta yang hanya berlandaskan nafsu.

"Katakanlah 'Jika bapak-bapak, anak-anak, saudara-saudara, istri-istri, kaum keluargamu, harta kekayaan yang kamu usahakan, perniagaan yang kamu khawatiri kerugiannya, dan rumah-rumah tempat tinggal yang kamu sukai adalah lebih kamu cintai daripada Alloh dan Rosul-Nya serta berjihad di jalan Alloh, maka tunggulah sampai Alloh mendatangkan keputusan-Nya.' Dan Alloh tidak memberi petunjuk kepada orang-orang fasik."
(QS. At Taubah, 009 : 24)

Itulah salah satu ayat yang mengajarkan bagaimana seharusnya cinta yang kita miliki harus disusun dengan rapi. Ayat ini turun berkenaan dengan peristiwa ketika Ali bin Abi Thalib datang ke Mekkah dan mengajak sahabat lainnya untuk hijrah mengikuti Rosululloh ke Madinah. Namun mereka malah menjawab: "Kami tinggal di sini beserta saudara-saudara dan teman-teman kami sendiri."

Dalam arti yang sederhana, cinta tingkat pertama dan utama yang kita miliki harus kita serahkan sepenuhnya kepada Alloh subhanahu wa ta'ala, selaku Kholiq yang telah memberikan kita kesempatan untuk hidup di dunia-Nya. Tidak ada perasaan lain yang boleh menggantikan kedudukan Alloh dalam hati kita. Kecintaan kita kepada-Nya harus serta merta diimplementasikan dengan bentuk ketaqwaan.

Barulah pada tingkat selanjutnya, kita harus dapat menempatkan Rosululloh sebagai sosok manusia yang kita cintai melebihi kecintaan kita kepada makhluk-makhluk Alloh lainnya di dunia ini. Kemudian, setelah Rosululloh kita harus memberikan cinta kita kepada kedua orang tua yang telah melahirkan, selama mereka tidak mengajak kepada kemusyrikan.

Sementara cinta kita kepada yang lain-lain semisal istri, idola dan makhluk-makhluk Alloh lainnya dapat ditempatkan pada tingkat yang paling dasar, selama sesuai dengan tuntunan syariat. Itulah kunci pokok manajemen cinta dalam Islam. Percayalah, jika hendak mencari kebahagiaan hidup ini, carilah pada yang memberikan kehidupan itu sendiri.


Djogja, Monday, February 14, 2005 | @ 12:45 am
12 Maret 2008
Sedang mempersiapkan diri untuk pindah rumah maya... mohon do'anya ^_^

Nama :
Blog   :
Pesan :
:) :( :D :p :(( :)) :x

"KITA jarang untuk bersedekah, padahal harta itulah yang akan menolong kita kelak. Kita jarang untuk berbuat baik, padahal kita sama-sama tahu akan ada imbalan dari-Nya nanti. Kita jarang menolong teman dan tetangga dekat, padahal merekalah yang bisa kita minta bantuannya di kala susah."
(Irfan Toni Herlambang)


"MASALAH kebanyakan orang adalah bahwa mereka berpikir dengan harapan atau rasa takut atau keinginan mereka, ketimbang dengan pemikiran mereka."
(Will Durrent)


"SEORANG idealis percaya bahwa jangka pendek tak patut diperhitungkan. Seorang sinis percaya bahwa jangka panjang tak berarti apa-apa. Seorang realis percaya bahwa apa yang dilakukan atau tak dilakukan dalam jangan pendek akan menentukan jangka panjang."
(Sydney J. Harris)


"KEBAHAGIAAN bukanlah sesuatu yang kau alami, tapi sesuatu yang kau kenang."
(Oscar Levant)


"LEBIH baik menangis dengan orang-orang bijak daripada tertawa dengan orang-orang yang bodoh."
(Peribahasa Spanyol)


"KATAKANLAH kepada saya tentang sahabat anda, dan akan saya katakan siapa anda sebenarnya."
(Cervantes)


"ORANG bijak yang berkarib dengan orang jahat akan menjadi bodoh. Seorang anjing yng bertualang dengan orang baik akan berakal budi."
(Peribahasa Arab)


"RUMUS hubungan baik : Anggap semua kekacauan sebagai ujian, tapi jangan anggap ujian seolah-olah hal yang mengacaukan."
(Quentin Crisp)


"JANGAN pernah melupakan kawan lama, sebab kawan baru tak ada sebanding dengannya."
(Apocrypha)


"HIDUP itu lucu. Kalau kita menolak menerima sesuatu, maka ia akan sering mendatangi."
(W. Somerset Maugham)




ARS PERSONAL WEBLOG v4.0
ARS Yahoo! Messenger: golden_pen007
hits
Tamu Online :
Anda adalah tamu ke : sejak 20 Juni 2005

Blogdrive - Free Blog Site
 
Copyright © ARS Creations, 2004-
Made in Djogja, Rajab 1426 H / August 2005 M.