DepanProfilKontak
arrow ruangpengendali
spacer kodeadmin
spacer
spacer katakunci
spacer
spacer lupakatakunci
spacer daftarbaru

Album Arsip Desain Donlot Produk Profil Kontak




N. Penyuluhan Komputer Dasar Bagi Pemuda/Organisasi Pemuda

Sifat Program       : Interdisipliner (ID)
Jenis Program      : Pokok Non-Tema

Realisasi Program :
Tidak dilaksanakan.

Hambatan :
Tidak tersedianya peralatan komputer di rumah dikhawatirkan tidak akan berjalan efektif bila hanya mengandalkan pelatihan singkat yang diberikan oleh mahasiswa KKN PPM. Sebab, pada prinsipnya untuk dapat bisa menjalankan komputer dengan baik, maka diperlukan banyak praktek. Sementara ketersediaan peralatan komputer di dusun Jojoran Kulon hanya ada 1 dan itu merupakan aset SD Triwidadi yang meskipun kepala sekolah telah mengijinkan untuk digunakan kapan pun, namun rasa sungkan pemuda/i saat diajak untuk menggunakannya juga menjadi kendala serius. Namun demikian, sebagai gantinya diadakan program "Pelatihan Komputer Dasar Untuk Anak-anak SD". Sehingga meskipun pemuda setempat belum berkesempatan mendapatkan pelatihan komputer, namun siswa/i SD yang juga merupakan bagian dari masyarakat setempat diharapkan mampu menjadi generasi yang 'melek' teknologi komputer di dusun Jojoran Kulon.

Keterangan :
Program ini juga bentrok dengan program kerja "Pelatihan Komputer" yang dimiliki oleh rekan Riza Zakariya, lagi-lagi karena persoalan tidak adanya koordinasi yang jelas saat merangcang LRK.


Djogja, Monday, September 17, 2007 | @ 12:09 am

M. Pelatihan Pembuatan Proposal Organisasi dan Kegiatan

Sifat Program       : Monodisipliner (MD)
Jenis Program      : Pokok Non-Tema

Realisasi Program :
Tidak dilaksanakan.

Hambatan :
Tujuan utama diadakannya program ini adalah agar pemuda/i setempat melalui organisasi karang taruna, mampu membuat dan mengajukan proposal secara mandiri baik untuk mendukung program-program kerja KKN PPM seperti pembangunan fisik dusun maupun kegiatan-kegiatan dusun lainnya setelah masa pelaksanaan KKN PPM. Namun pada kenyataannya saat diajak untuk bersama-sama membuat proposal kegiatan, warga merasa enggan dan hanya ingin mengandalkan mahasiswa sepenuhnya. Oleh karenanya, melihat kondisi masyarakat yang belum siap ini maka diputuskan untuk meniadakan program kerja yang dimaksud.


Djogja, Saturday, September 15, 2007 | @ 08:45 am

L. Pembinaan TPA

Sifat Program       : Interdisipliner (ID)
Jenis Program      : Pokok Non-Tema

Realisasi Program :
Tidak dilaksanakan.

Hambatan :
Penyebab program kerja "Pembinaan TPA" tidak dilaksanakan adalah karena telah dilimpahkan kepada rekan sesama mahasiswa KKN PPM di tingkat sub-unit Jojoran kulon. Program kerja ini telah ditangani dan berjalan dengan cukup baik.

Keterangan :
Karena koordinasi yang kurang baik pada saat pembuatan LRK, 2 (dua) mahasiswa yang sama-sama berasal dari bidang Sosial-Budaya, menuliskan program kerja yang sama. Padahal, menurut aturan tidak diperkenankan ada 2 program yang sama yang melibatkan kegiatan dan obyek yang sama.

Sejak awal, saya sudah meminta kepada Kormasit selaku pimpinan di tingkat sub-unit (dusun) untuk bersama-sama mengerjakan LRK guna menjalin koordinasi antar program kerja dan juga menghindari kesalahan seperti yang dimaksud di atas. Namun beberapa kali tawaran ini tidak diindahkan sehingga pengerjaan LRK dilaksanakan masing-masing.

Kemudian, jauh hari setelah LRK dibuat, sub-unit Jojoran melaksanakan rapat untuk membahas pelaksanaan program kerja. Barulah pada saat itu diketahui bahwa ada beberapa program kerja yang bentrok. Yaitu antara lain, program kerja "Pembinaan TPA" sama-sama dimiliki oleh saya dan rekan Richa Wulandari dari FE-UGM, "Pengadaan Buku-buku Perpustakaan" diakui pula oleh rekan Richa Wulandari dari FE-UGM dan Riza Zakariya dari FT-UGM, serta "Pelatihan Komputer Dasar Bagi Pemuda" yang sama-sama dimiliki oleh Riza Zakariya dari FT-UGM.

Guna menghindari konflik berkepanjangan, saya akhirnya melepaskan program kerja "Pembinaan TPA" kepada rekan Richa Wulandari. Meskipun sebelumnya ditawarkan oleh rekan Riza selaku Kormasit untuk membagi program kerja ini berdasarkan lokasi pelaksanaan, namun saya menolak karena melihat esensi dari persoalan ini terletak pada kesalahan tidak adanya koordinasi dalam pembuatan LRK jauh hari sebelumnya.


Djogja, Friday, September 14, 2007 | @ 12:28 am

K. Melengkapi Buku-buku Perpustakaan SD

Sifat Program       : Monodisipliner (MD)
Jenis Program      : Pokok Non-Tema

Observasi :
Gempa dahsyat yang melanda Dusun Jojoran Kulon pada tanggal 27 Mei 2006 selain merusak prasarana perpustakaan juga membuat buku-buku perpustakaan hilang maupun tidak lagi layak pakai. Untuk itu, setelah melakukan konsultasi dengan pengurus masjid dan kepala SD, mahasiswa berusaha untuk memberikan solusi pengadaan buku-buku perpustakaan masjid dan sekolah.

Realisasi Program :
Program ini semula bertajuk "Pengadaan Buku-buku Perpustakaan Masjid dan Sekolah", namun karena program perpustakaan masjid sudah ditangani oleh rekan sesama mahasiswa KKN PPM dalam satu sub-unit Jojoran Kulon, akhirnya program ini difokuskan kepada sekolah dan berganti tajuk menjadi "Melengkapi Buku-buku Perpustakaan SD".

Hal ini didasari bahwa sesungguhnya SD Triwidadi telah memiliki perpustakaan dan buku-buku koleksinya pun juga masih ada. Sehingga mahasiswa KKN PPM hanya berperan melengkapi saja.

Setelah mengajak kerjasama berbagai pihak, akhirnya mahasiswa KKN PPM berhasil mengumpulkan sekitar 10 judul buku dan majalah wawasan anak-anak dengan jumlah mencapai 30 buah eksemplar ditambah 2 modul tentang Origami dan Pengenalan Komputer Dasar selain dari yang telah diberikan kepada pak Irwan selaku pengampu mata pelajaran SBK & TIK dalam program KKN PPM sebelumnya.

Di luar itu, mahasiswa KKN PPM juga masih menunggu kiriman paket dari beberapa mitra yang sebelumnya telah menyatakan kesediaannya untuk membantu program ini. Namun, karena hingga penulisan laporan program kerja ini paket itu belum juga sampai, maka kemungkinan besar baru akan diserahkan kepada pihak pengelola perpustakaan SD setelah berakhirnya masa pelaksanaan KKN PPM UGM 2007.

Penilaian Program :
Respon positif dari ibu Ririn selaku pengelola perpustakaan SD dianggap sebagai indikator keberhasilan program ini. Walau jumlah buku, majalah dan modul yang diserahkan tidak terlalu banyak, namun cukup bisa menambah koleksi perpustakaan SD. Bahkan, direncanakan masih akan ada kelanjutan penambahan koleksi tersebut apabila paket dari beberapa mitra dalam program ini telah sampai meskipun masa pelaksanaan KKN PPM UGM 2007 telah berakhir.

Faktor Pendukung :
Dukungan dari ibu Ririn selaku pengelola perpustakaan SD dan berbagai mitra kerja dalam melengkapi koleksi perpustakaan SD Triwidadi.

Faktor Penghambat :
Pengiriman paket dari beberapa mitra kerja yang tertunda.

Lampiran :

Sebagian buku yang berhasil di dokumentasikan


Djogja, Thursday, September 13, 2007 | @ 12:26 am

J. Penyuluhan Bahaya & Kejahatan Korupsi

Sifat Program       : Monodisipliner (MD)
Jenis Program      : Pokok Non-Tema

Observasi :
Dalam rapat konsultasi dengan warga, diketahui bahwa warga belum begitu memahami apa yang dimaksud dengan "Korupsi" meskipun sudah sering mendengar kata ini. Sebagian ada yang berpendapat bahwa korupsi hanya bisa dilakukan oleh para pejabat tinggi. Padahal bibit korupsi bisa dengan mudah dijumpai dalam keseharian mereka. Untuk itulah, saat diberikan gambaran umum tentang contoh-contoh korupsi dalam kehidupan sehari-hari, warga menjadi tertarik dan menyambut positif rencana program ini.

Realisasi Program :
Guna mensukseskan program ini, mahasiswa mengajak KPK untuk bekerjasama dengan mengajukan proposal permohonan (disampaikan melalui e-mail) bantuan berupa materi penyuluhan seperti poster, buku, stiker, film, dan sebagainya.

Sayangnya materi penyuluhan baru didapatkan dalam pekan terakhir waktu pelaksanaan program KKN PPM. Namun demikian, saat melakukan penyebaran materi, antusiasme warga terlebih stakeholder di Desa Triwidadi (Kecamatan Pajangan) ini cukup bagus. Respon yang mereka berikan terhadap program ini sangat positif. Materi penyuluhan diberikan antara lain ke Polsek Pajangan, Puskesmas Pajangan, Camat Pajangan, Lurah Pajangan, SD Triwidadi dan warga serta tokoh Dusun Jojoran Kulon pada umumnya.

Saat memberikan materi berupa buku, brosur, stiker dan pin, mahasiswa juga memberikan penjelasan contoh-contoh korupsi yang dapat dengan mudah dijumpai dalam kehidupan sehari-hari.

Penilaian Program :
Program ini dinilai dari antusiasme yang muncul dapat dikatakan berlangsung dengan baik. Terlebih respon yang diberikan oleh stakeholder masyarakat seperti pak Teguh selaku kepala Puskesmas yang menyambut baik pemberian buku-buku dan brosur untuk ditempatkan di perpustakaan Puskesmas serta pemasangan pin anti-korupsi kepada petugas puskesmas.

Hal yang sama disampaikan oleh Aiptu Sugeng sebagai perwakilan Polsek Pajangan dan ibu Ninik atas nama Camat Pajangan yang berjanji akan meneruskan wawasan tentang korupsi ini kepada masyarakat melalui program Bimmas yang telah menjadi agenda rutin mereka.

Bahkan, saat menyuluh siswa/i kelas VI SD Triwidadi saat pelajaran SBK, peserta sangat tertarik dengan contoh-contoh korupsi yang diberikan. Seperti mencontek, tidak mengerjakan tugas/PR sendiri, tidak membayarkan uang SPP dari orangtua, dsb. Guru-guru SD pun merasa senang sekali dengan materi-materi yang diberikan berupa buku, stiker dan pin.

Faktor Pendukung :
Kerjasama yang baik dari KPK yang telah memberikan materi penyuluhan seperti buku, brosur, stiker dan pin kampanye anti-korupsi juga antusiasme berbagai elemen masyarakat.

Faktor Penghambat :
Pengiriman paket materi penyuluhan yang tertunda.

Lampiran :

Buku pengenalan Korupsi  Siswi SD Triwidadi

Generasi Anti-Korupsi  Menyuluh Kepala SD

Guru-guru SD  Petugas Puskesmas

Aiptu Sugeng, Polsek Pajangan  Stikerisasi Mading Desa


Djogja, Wednesday, September 12, 2007 | @ 12:20 am
12 Maret 2008
Sedang mempersiapkan diri untuk pindah rumah maya... mohon do'anya ^_^

Nama :
Blog   :
Pesan :
:) :( :D :p :(( :)) :x

"KITA jarang untuk bersedekah, padahal harta itulah yang akan menolong kita kelak. Kita jarang untuk berbuat baik, padahal kita sama-sama tahu akan ada imbalan dari-Nya nanti. Kita jarang menolong teman dan tetangga dekat, padahal merekalah yang bisa kita minta bantuannya di kala susah."
(Irfan Toni Herlambang)


"MASALAH kebanyakan orang adalah bahwa mereka berpikir dengan harapan atau rasa takut atau keinginan mereka, ketimbang dengan pemikiran mereka."
(Will Durrent)


"SEORANG idealis percaya bahwa jangka pendek tak patut diperhitungkan. Seorang sinis percaya bahwa jangka panjang tak berarti apa-apa. Seorang realis percaya bahwa apa yang dilakukan atau tak dilakukan dalam jangan pendek akan menentukan jangka panjang."
(Sydney J. Harris)


"KEBAHAGIAAN bukanlah sesuatu yang kau alami, tapi sesuatu yang kau kenang."
(Oscar Levant)


"LEBIH baik menangis dengan orang-orang bijak daripada tertawa dengan orang-orang yang bodoh."
(Peribahasa Spanyol)


"KATAKANLAH kepada saya tentang sahabat anda, dan akan saya katakan siapa anda sebenarnya."
(Cervantes)


"ORANG bijak yang berkarib dengan orang jahat akan menjadi bodoh. Seorang anjing yng bertualang dengan orang baik akan berakal budi."
(Peribahasa Arab)


"RUMUS hubungan baik : Anggap semua kekacauan sebagai ujian, tapi jangan anggap ujian seolah-olah hal yang mengacaukan."
(Quentin Crisp)


"JANGAN pernah melupakan kawan lama, sebab kawan baru tak ada sebanding dengannya."
(Apocrypha)


"HIDUP itu lucu. Kalau kita menolak menerima sesuatu, maka ia akan sering mendatangi."
(W. Somerset Maugham)




ARS PERSONAL WEBLOG v4.0
ARS Yahoo! Messenger: golden_pen007
hits
Tamu Online :
Anda adalah tamu ke : sejak 20 Juni 2005

Blogdrive - Free Blog Site
 
Copyright © ARS Creations, 2004-
Made in Djogja, Rajab 1426 H / August 2005 M.